Sorgum, Alternatif Tanaman Lahan Kering di Mojokerto Atasi Krisis Pangan Global

Sorgum jadi alternatif tanaman lahan kering untuk atasi krisis pangan global. Foto istimewa

PT Multi Bintang Indonesia (MBI) dan Institut Sepuluh November (ITS) Surabaya, bekerjasama dengan Yayasan Esa Khatulistiwa menggelar sarasehan, di Trawas, Mojokerto, Selasa (30/08/22).

Sarasehan bertajuk Ketahanan Pangan Keanekaragaman Hayati Sorgum ini diikuti para pemangku kebijakan Pemkab Mojokerto, aliansi air, organisasi lingkungan dan Gapoktan.

Sarasehan ini digelar guna mensosialisasikan potensi pengembangan sorgum sebagai solusi alternatif produksi tanaman pangan di lahan-lahan kering di Kabupaten Mojokerto.

Data Badan Pusat Statistik mencatat lahan luas panen di Kabupaten Mojokerto turun 3,2 persen,  seiring berkurangnya intensitas hujan yang terjadi sejak 10 tahun terakhir.

Direktur Hubungan Korporasi MBI Ika Noviera mengatakan, program pengembangan sorgum memiliki potensi besar sebagai solusi kreatif dan inovatif dalam upaya peningkatan stabilitas pangan.

“Luas lahan kering di Kabupaten Mojokerto mencapai 18 ribu hektar yang tersebar di lima kecamatan. Jadi potensi sorgum cukup besar, dengan berbagai jenis varietasnya seperti KD4, Nawali, Kawali, Bioguma,” kata Ika.

Lebih lanjut Dosen Departemen Biologi ITS Surabaya Mukhammad Muryono menjelaskan, tanaman sorgum memiliki berbagai keunggulan, yang tak dimiliki tanaman lain.

“Sorgum bisa beradaptasi di lahan kering, sedangkan jagung, kedelai tak bisa tumbuh. Jika ditanam secara tepat, sorgum bisa dipanen tiga kali dalam sekali tanam,” terangnya.

Manager Program Yayasan Esa Khatulistiwa Sriyanto mengatakan, pentingnya konsolidasi antar stakeholder agar komoditas sorgum dapat dikembangkan dan bernilai ekonomi bagi petani.

“Budidaya sorgum dapat dikembangkan lebih intensif melalui pembinaan teknologi hingga pasca panen. Pengembangan jaringan pasar dan dukungan dari pemerintah daerah,” ujarnya.

Krisis global sebagai dampak perang Rusia Ukraina menyebabkan stok pangan impor seperti gandum berkurang. Sehingga sorgum bisa jadi alternatif atasi stok bahan pangan.

Dalam beberapa kesempatan, Presiden Jokowi memilih tanaman sorgum, sagu dan singkong sebagai pengganti gandum di tengah krisis pangan global yang terjadi saat ini.

Untuk itu pemerintah terus mendorong perluasan lahan tanaman tersebut. Seperti di Kabupaten Mojokerto, yang memiliki lahan kering cukup luas untuk ditanami sorgum.

Pilihan Editor
930 x 180 AD PLACEMENT