Presiden Jokowi mengajak semua pihak, baik swasta maupun pemerintah, kompak dalam menghadapi berbagai krisis yang tengah melanda dunia .
“Kita semua harus bersinergi, kita semua harus memiliki perasaan yang sama. Karena yang kita hadapi adalah tantangan yang tidak mudah,” kata Presiden Jokowi saat meluncurkan Gerakan Inklusif Kemitraaan UMKM naik kelas di Gedung SMESCO Jakarta, dikutip Rabu (05/10/22).
Menurutnya, kolaborasi dan sinergi antar pihak akan menjadi kekuatan besar dalam menyelesaikan masalah. Hal itu terbukti saat indonesia menghadapi pandemi Covid-19.
Berkolaborasi, kata Jokowi, baik yang besar, yang menengah, yang kecil berkerjasama menyelesaikan persoalan-persoalan di lapangan secara kongkret dan nyata.
“Seperti saat menyelesaikan pandemi, saya lihat semua bekerja sama. Pemerintah, swasta, dari pusat samapai desa semunya bekerja sama. Dan alhamdulillah kita bisa menyelesaikan. Ini juga sama, harus kompak,” terang Presiden.
Sementara itu, Ketua Umum Kamar dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Arsjad Rasjid, mengatakan swasta dan pemerintah harus bisa bkerjasama dengan UMKM.
Kolaborasi tersebut, diharapkan akan mampu menguatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan UMKM sebagai tulang punggungnya.
Menuurtnya, dengan adanya gerakan ini dari perusahaan adalag bagaimana kemitraan inklusif atau pendampingan melekat pada UMKM termasuk petani dan nelayan.
“Peran perusahaan adalah melakukan transfer pengetahuan, teknologi, memperluas akses pembiayaan. Serta memberi bantuan distribusi hasil pertanian dan membuka akses pasar baik nasional maupun ekspor,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Kadin bersama sejumlah kementerian terkait menandatangani nota kesepahaman. kesepakatan ini sebagai wujud nyata antara swasta dan pemerintah, dalam pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam laporannya menyebut, pemerintah telah memberikan bantuan berupa identifikasi, perencanaan dan proyek percontohan di daerah-daerah.
Tak hanya itu, pemerintaj juga memberikan bantuan dalam bentuk kredit usaha rakyat (KUR). Bantuan seperti ini banyak diminta para pelaku UMKM.
“Jumlah (KUR) tahun ini Rp373 triliun dan akan dinaikkan tahun depan Rp460 triliun dan sesuai arahan Bapak Presiden,” tandas Airlangga.