Berhari.com – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyebut, pendidikan dan pemberdayaan perempuan menjadi salah satu prioritas pemerintahannya, untuk mencetak generasi bangsa yang cerdas.
Hal itu disampaikan Ning Ita, saat menerima kunjungan Tim Riset Gender dan Birokrasi BRIN di Sabha Pambojana Rumah Rakyat, Sabtu (28/01/23).
Melalui program keroyokan, menurut Ning Ita, sesulit apapun pendidikan menjadi layanan dasar yang wajib dipenuhi. Pendidikan dasar merupakan wewenang Pemkot Mojokerto.
“Berbagai fasilitas gratis, sudah kita berikan. Seperti seragam, sepatu, peralatan sekolah dan bis gratis,” ujarnya.
Meski wewenang Pemprov Jatim, namun pendidikan sekolah menengah dan tinggi tetap menjadi perhatian. Melalui Program Satu Rumah Satu Sarjana, Pemkot Mojokerto bersinergi dengan Baznas.
Sementara terkait pemberdayaan perempuan, Ning Ita menyampaikan, pentingnya peran ibu dalam mencetak generasi bangsa yang handal. Karena ibu merupakan pendidik pertama bagi anak.
Dengan mempersiapkan SDM untuk masa yang akan datang, maka melibatkan ibu merupakan suatu keharusan. Misalnya, dalam hal penurunan stunting.
“Angka stunting di Kota Mojokerto, saat ini terendah di Jatim dan kami menargetkan dalam 2 tahun ke depan zero stunting. Hal ini tak lepas dari peran seorang ibu, dalam mencetak generasi bangsa,” tandasnya.
Lebih lanjut Ning Ita menjelaskan, untuk bisa mencetak generasi bangsa yang mumpuni, tidak lepas dari ekonomi keluarga. Dominasi perempuan sebagai gender akan terus menjadi sasaran program dalam bidang apapun.
“Dalam inkubasi wirausaha, Kami berikan pelatihan, pendampingan, pemberian modal usaha dan pembentukan koperasi sesuai dengan peminatnya masing-masing,” ungkapnya.
Saat mengurai program pendidikan dan pemberdayaan perempuan di depan Tim Riset BRIN, Ning Ita didampingi Sekda Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo dan Kadis Dikbud Amin Wachid.