Berhari.com – Upaya untuk menekan kasus stunting, terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Salah satunya dengan adanya kader Pembantu Pembina Keluarga Berencana (PPKDB).
Peran PPKDB tersebut sangat diperlukan. Karena tak hanya melakukan penyuluhan, mereka juga diminta aktif dalam setiap kegiatan posyandu desa.
Hal ini disampaikan Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati saat membina 129 kader PPKDB dan sub PPKDB se-Kecamatan Jetis, Kamis (16/02/23).
Menurut Ikfina, pembinaan yang dilakukan untuk menambah wawasan dan meningkatkan pemahaman para kader PPKDB terkait masalah stunting.
Penyebab stunting, terang Ikfina, di antaranya adalah pernikahan dini. Sehingga diharapkan kader PPKDB turut menanggulanginya, dengan mengajak atau memberi banyak kegiatan kepada kalangan remaja.
Data Kementerian Kesehatan menyebut, 23 persen balita di Indonesia dengan rentan usia 0-5 bulan alami stunting. Penyebab utamanya yakni, calon ibu kurang gizi dan belum dewasa.
“Termasuk juga, ibu mengandung di atas umur 35 tahun serta jarak usia anak satu dengan lainnya saling berdekatan,” ungkap Ikfina.
Sedangkan 21 persen kasus stunting, terjadi pada bayi berusia 6-11 bulan dan 37 persen bayi usia 1-2 tahun. Inilah yang menjadi tantangan PPKDB, untuk berperan dalam menurunkan angka stunting.
“Tak hanya asupan gizi, balita wajib mendapatkan pendampingan ASI dari ibunya. Kalau gizi kurang bisa diberikan makanan yang kaya protein. Seperti telur, daging dan ikan,” tandas Ikfina.