Pemkot Mojokerto Target Zero Stunting di Tahun 2024 Siapkan Generasi Emas

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, saat Rembug Stunting di Graha Sabha Mandala Madya, Senin (27/03/23). Foto dok. Kominfo Kota Mojokerto

Berhari.com – Intervensi percepatan penurunan stunting gencar dilakukan Pemerintah Kota Mojokerto. Hal ini dilakukan, dalam rangka mewujudkan generasi emas tahun 2045.

Melalui DinkesP2KB, upaya penurunan stunting yang terintegrasi menjadi prioritas. Khususnya penurunan stunting di tingkat kelurahan di tahun 2024.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, mengatakan, percepatan penurunan stunting menjadi tanggung jawab bersama untuk menyiapkan generasi penerus bangsa.

“Untuk mewujudkan generasi emas, harus bebas stunting’” kata Ning Ita, saat Rembug Stunting di Ruang Sabha Mandala Madya, Senin (27/03/23).

Menurutnya, Kota Mojokerto ditetapkan sebagai salah satu lokasi intervensi penurunan stunting sejak tahun 2022. Hal ini berdasar keputusan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Nomor Kep. 10/M.PPN/HK/02/2021.

Untuk menuju zero stunting, Pemerintah Kota Mojokerto telah menjalankan berbagai program. Di antaranya seperti Gempa Genting, Canting Gulo Mojo dan Dashat.

“Semua program bersinergi dengan 1600 kader motivator, 99 prameswari dan tenaga kesehatan yang ada di puskesmas se-Kota Mojokerto,” ujarnya.

Dalam Rembug Stunting ini, juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama Wali Kota Mojokerto dan Tim Percepatan Penurunan Stunting Kota Mojokerto.

Pilihan Editor
930 x 180 AD PLACEMENT