Berhari.com – Salat tarawih menjadi sarana Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dan Kepolisian Resort Mojokerto Kota meredam konflik yang mengatasnamakan perguruan silat. Para Forkopimda menjadi satu saf salat berjamaah dengan sejumlah perguruan silat di masjid Darul Muttaqin Polresta Mojokerto, Kamis (30/3).
Salat tarawih bareng ini sengaja digelar untuk mendamaikan konflik yang belakangan semakin panas di Kota Mojokerto. Sehingga, dengan kebersamaan ibadah di bulan ramadan, para petinggi perguruan silat bisa membimbing anggotanya untuk menjaga kamtibmas yang aman.
“Kalau pemimpinnya bisa menunjukkan keguyuban dan kerukunan seperti ini, insyaallah masyarakatnya bisa melihat keindahan itu dan masyarakat bisa mencontohnya,” ungkap Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita usai salat berjamaah.
Perwakilan dari sembilan perguruan silat ternama dan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Mojokerto hadir dalam acara ini. Kehadiran tersebut menjadi tanda untuk menyatakan kesepakatan menjalin kerukunan dan persaudaraan antar perguruan silat.
Ning Ita yang juga menjabat sebagai ketua Muslimat NU Kota Mojokerto juga menyampaikan rasa prihatinnya saat mengetahui anggotanya menjadi korban aksi oknum salah satu perguruan silat beberapa waktu lalu. Sehingga, penguatan sinergitas Forkopimda dan Petinggi perguruan silat dirasa perlu dilakukan, agar kondusifitas bisa tercipta.
“Saya berterimakasih kepada IPSI yang mau datang untuk kita menyatukan langkah menyamakan pikiran. Karena pasca pandemi, kita sudah diwanti-wanti pemerintah pusat untuk terus menguatkan sinergi dijajaran forpimda dengan masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua IPSI Kota Mojokerto Ahmad Suud menyampaikan komitmennya untuk sinergi dengan pemerintah dan aparat. Ia miminta kepada para pemimpin Kota Mojokerto bersedia mendoakan yang terbaik bagi anggota perguruan pencak silat.
“Tugas kita yang waras, mari sama-sama doakan agar mereka, termasuk saya yang mendapat warisan leluhur sesuai dengan harapan pengasuh kita dan pendekar yang terdahulu,” kata Suud. (adv)