Berharicom – Pemerintah Kota Mojokerto menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) operasional aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi), di gedung Sabha Mandala Madya Pemkot Mojokerto, Kamis (30/11). Bimtek ini bertujuan untuk mengelolah seluruh arsip di semua Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Kota Mojokerto agar lebih efisien dan efektif dalam mengaksesnya secara digital.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menjelaskan, bimtek ini sangat strategis demi mendukung capaian indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Pasalnya, SPBE merupakan bagian dari dimensi Smart Government dalam rangka mendukung reformasi birokrasi.
“Jadi semuanya saling berkaitan, reformasi birokrasi terintegrasi pula dengan Sistem Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (SAKIP),” katanya.
Aplikasi Srikandi sudah diatur dalam Perpres 95 tahun 2018 tentang SPBE. Sedangkan Pemkot Mojokerto sendiri mulai menerapkannya sejak bulan Juli 2023. Dengan aplikasi tersebut, diharapkan surat menyurat dapat dilakukan antar Kabupaten/Kota, Provinsi maupun pusat sehingga sangat menghemat waktu dan biaya.
“Dengan adanya saling keterkaitan ini, semua pihak harus melaksanakan tugas masing-masing sebaik mungkin, sehingga, nantinya mendapat nilai yang maksimal,” ujar wali kota yang akrab dipanggil Ning Ita.
Meski demikian, Ning Ita menegaskan bahwa semangat digitalisasi dalam pelayanan publik bukanlah seberapa banyak aplikasi yang dihasilkan, melainkan lebih kepada mengintegrasikan pelayan publik yang ada. Untuk itu, dengan adanya fasilitas dashboard tersebut, pihaknya menginginkan agar pelayanan publik harus ditingkatkan.
“Semangatnya adalah mengintegrasikan agar masyarakat dengan mudah mengakses apapun yang berkaitan dengan kepemerintahan apakah itu informasi yang berhubungan dengan pemerintah atau pelayanan yang disediakan oleh pemerintah bisa diakses melalui satu dashboard dan ini secara bertahap akan kita lakukan,” tegasnya. (adv)