Berhari.com – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) bertema Anak, Perempuan dan Disabilitas digelar Pemkot Mojokerto. Musrenbang tematik ini guna mewujudkan perencanaan pembangunan dengan pendekatan inklusif dari berbagai latar belakang, karakteristik, kemampuan dan kondisi.
Sekdakot Mojokerto, Gaguk Tri Prasetya, dalam paparannya menyebut, jika pembangunan anak, perempuan dan disabilitas menjadi prioritas di tahun 2025. Sehingga Musrenbang tematik tidak hanya sebatas memenuhi regulasi, tapi juga untuk melahirkan strategi dalam menentukan kebijakan.
“Tiga hal yakni anak, perempuan dan disabilitas menjadi prioritas program ke depannya dari hasil Musrenbang tematik, tahun 2023. Program kebijakan yang telah disusun dalam Musrenbang, harus dilaksanakan,” ujarnya, Kamis (14/03).
Menurutnya, regulasi terkait anak, perempuan dan disabilitas harus dipahami setiap perangkat daerah, baik OPD pengampu maupun OPD terkait. Untuk itu, setiap perangkat daerah harus mengetahui apa yang menjadi haknya, saat menyusun kebijakan.
“Kalau tidak tahu apa haknya, maka kita tidak bisa memperjuangkan program dan kegiatannya,” terang Gaguk.
Musrenbang Tematik merupakan rangkaian dari perencanaan pembangunan di Kota Mojokerto. Usulan dalam forum ini akan dijadikan satu dengan dengan program-program pembangunan dan disinergikan dalam Musrenbang RKPD tingkat kota
Tak hanya perangkat daerah, Kepala Bappeda Litbang Kota Mojokerto, Agung Moeljono, mengatakan, bahwa Musrenbang tematik kali ini juga melibatkan berbagai unsur. Diantaranya forum anak, organisasi wanita dan komunitas penyandang disabilitas.
“Musrenbang ini untuk mengidentifikasi kebutuhan dan aspirasi pembangunan dari kelompok anak, perempuan dan penyandang disabilitas,” tandasnya.