Berhari.com – Isu kebersihan lingkungan menjadi perhatian utama Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan yang digelar serentak di tiga wilayah, Rabu (4/2). Musrenbang tersebut berlangsung di Kelurahan Blooto, Pulorejo, dan Surodinawan.
Dalam forum perencanaan tersebut, Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita menekankan pentingnya memperkuat budaya gotong royong sebagai fondasi menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, persoalan sampah kini bukan lagi isu lokal, melainkan sudah menjadi tantangan nasional yang membutuhkan kolaborasi semua pihak.
Penegasan itu, kata Ning Ita, sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melalui program Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI). Program tersebut mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.
“Masalah sampah ini sangat krusial. Bahkan, diproyeksikan banyak Tempat Pembuangan Akhir di Indonesia akan mengalami kelebihan kapasitas pada tahun 2028. Karena itu, penanganannya harus dilakukan bersama, antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat,” ujarnya.
Ning Ita menyampaikan bahwa Kota Mojokerto sebenarnya telah lebih dulu membangun kesadaran kebersihan lingkungan melalui Program Budaya RT Berseri. Program berbasis partisipasi warga ini dinilai sejalan dengan semangat Indonesia ASRI yang akan diperkuat secara nasional.
“Budaya RT Berseri yang kita jalankan di Mojokerto sejalan dengan program ASRI. Intinya sama, membangun kebersihan lingkungan melalui gotong royong,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ning Ita mengingatkan agar usulan pembangunan yang disampaikan warga dalam Musrenbang selaras dengan tema pembangunan daerah, yakni penguatan ketahanan ekonomi dan sosial budaya melalui peningkatan daya saing sektor unggulan.
Ia menilai, ketahanan daerah dapat dibangun dari tingkat kelurahan dengan mengoptimalkan potensi lokal, sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
“Musrenbang adalah wadah untuk menyampaikan aspirasi. Harapannya, usulan yang muncul benar-benar mendukung arah pembangunan daerah dan kebijakan nasional,” tegasnya.
Melalui Musrenbang kelurahan ini, Pemerintah Kota Mojokerto mendorong masyarakat agar tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperhatikan pengelolaan sampah, kebersihan lingkungan, serta penguatan ekonomi berbasis potensi wilayah. Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berdaya saing di masa mendatang.