Pemkab Mojokerto Dorong Pelaku Industri Aktif Laporkan Data Lewat SIINas

Wakil Bupati Mojokerto, Rizal Octavian saat serah terima bantuan alat usaha.

Berharicom – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto mendorong seluruh pelaku industri untuk aktif melaporkan data usahanya melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas). Data tersebut menjadi fondasi penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan, program pembinaan, hingga pengembangan sektor industri yang lebih tepat sasaran.

Komitmen itu ditegaskan Wakil Bupati Mojokerto, dr. Rizal Octavian, saat membuka Sosialisasi Pengawasan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko pada Sektor Perindustrian melalui aplikasi SIINas. Kegiatan tersebut digelar di Aula Perum Bulog Kantor Cabang Mojokerto, Selasa (30/6/2026), dengan diikuti pelaku industri dan sejumlah pemangku kepentingan.

Dalam sambutannya, dr. Rizal menegaskan bahwa pengawasan perizinan bukan bertujuan mencari kesalahan pelaku usaha. Sebaliknya, pengawasan menjadi instrumen pembinaan agar aktivitas industri berlangsung tertib, aman, berkelanjutan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Pengawasan ini memiliki arti yang sangat strategis. Melalui pengawasan yang baik, kita memastikan kepatuhan pelaku usaha, meningkatkan tata kelola industri, sekaligus menciptakan iklim investasi yang sehat dan kondusif di Kabupaten Mojokerto,” ujar dr. Rizal.

Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan sektor industri tidak hanya ditentukan oleh kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga oleh kualitas data yang dimiliki pemerintah. Karena itu, pelaku usaha diharapkan aktif menyampaikan data industri secara berkala melalui SIINas.

“Melalui SIINas, pemerintah bisa mendapatkan gambaran komprehensif. Data tersebut menjadi dasar kami untuk menyusun program pembinaan, fasilitasi, serta pengembangan industri yang lebih tepat sasaran,” tambahnya.

Menurutnya, data mengenai kapasitas produksi, jumlah tenaga kerja, hingga kebutuhan bahan baku akan membantu pemerintah memahami kondisi riil sektor industri. Informasi tersebut sekaligus menjadi acuan dalam merumuskan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.

Pada kesempatan itu, Pemkab Mojokerto juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini berkontribusi dalam pembangunan sektor industri dan perdagangan. Sinergi pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci dalam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah.

Apresiasi secara khusus diberikan kepada Universitas Surabaya (Ubaya) yang telah mendampingi sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) alas kaki di Mojokerto. Pendampingan, transfer pengetahuan, hingga bantuan peralatan dinilai mampu meningkatkan kualitas produk sekaligus memperkuat daya saing IKM lokal.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Bulog Kantor Cabang Mojokerto, PG Gempolkrep, PT Padi Indonesia Maju (Wilmar), dan Puri Pangan Sejati. Keempatnya dinilai konsisten mendukung pelaksanaan program pasar murah sehingga membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Selain itu, peran aktif Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Mojokerto turut mendapat apresiasi karena dinilai konsisten mendorong investasi dan pemberdayaan IKM. Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan semakin memperkuat ekosistem industri yang sehat, produktif, dan berdaya saing.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Pemkab Mojokerto berharap kepatuhan pelaku usaha terhadap regulasi perindustrian semakin meningkat. Pemerintah juga optimistis sinergi yang terbangun akan melahirkan sektor industri yang inovatif, kompetitif, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Mojokerto.

Pilihan Editor
930 x 180 AD PLACEMENT