Menteri Keuangan Sri Mulyani Sebut Tiga Skema Jika BBM Naik

Menteri Keuangan Sri Mulyani saat berikan keterangan pers di Kantor Presiden. (Foto tangkapan layar YouTube sekretariat kepresidenan).

Rencana kenaikan harga Bahan Bakar Mesin (BBM) bersubsidi masih didiskusikan dengan jajaran menteri terkait. Hal ini disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani kepada wartawan di kantor kepresidenan, Rabu (24/0822/).

Menurutnya hasil rapat akan disampaikan langsung ke Presiden Jokowi. Dan saat ini belum diputuskan skema, jika BBM jenis pertalite dan solar subsidi naik.

Sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani menawarkan tiga skema yang bisa dilakukan pemerintah dalam mengatasi kenaikan harga energi global.

Pertama, pemerintah tidak perlu menaikkan harga pertalite dan solar. Namun harus menambah anggaran subsidi dan kompensasi yang jumlahnya mencapai Rp 698 triliun.

Namun penambahan anggaran tersebut akan semakin membebani APBN. Karena subsidi energi tahun ini sudah meningkat tiga kali lipat dari yang ditetapkan sebesar Rp 158 triliun,” kata Sri Mulyani, Selasa (23/08/22).

Kedua, mengendalikan volume konsumsi BBM bersubsidi. Pada Juli 2022, pemerintah telah menghitung tambahan kompensasi dan subsidi BBM menjadi Rp 502 triliun denhan volume 27 juta kilo liter.

Hanya saja, tren konsumsi BBM masyarakat terus bertambah. Dan diperkirakan hingga akhir tahun mencapai 29 kilo liter. ” kalau volumenya terus dibiarkan, maka subsidi ditambah. Kalau dikendalikan, maka ada yang boleh beli dan tidak,” tuturnya.

Ketiga, menaikkan harga BBM bersubsidi. Sri Mulyani mengaku tiga pilihan ini merupakan pil pahit pemerintah. “Tiga-tiganya enggak enak,” kata Sri Mulyani.

Lebih lanjut Menkue Sri Mulyani menjelaskan, saat ini pemerintah masih menghitung dan berkoordinasi untuk menentukan langkah yang akan diambil.

“Mengingat jatah subsidi segera habis, keputusan harus diambil. Kalau semakin lama, ini Aguatus mau habis, tentu ya mau nambah lagi, ya kan,” pungkasnya.

Pilihan Editor
930 x 180 AD PLACEMENT