Berhari.com – Upaya dalam menurunkan kasus stunting di Kota Mojokerto, Wali Kota Ika Puspitasari terus melakukan berbagai upaya yang menarik. Kali ini, melalui Lomba Masak Ikan Tingkat Kota Tahun 2023, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup anak-anak usia dini.
Mengambil tema ‘Kreasi Menu Ikan Lele Untuk Generasi Unggul, Sehat Dan Cerdas’, ada sedikitnya 36 ibu-ibu dari PKK Kelurahan se-Kota Mojokerto yang mengikuti kompetisi tersebut. Adapun perlombaan ini, dinilai langsung oleh perwakilan Asosiasi Chef Indonesia dan Dinkes PPKB.
Wali Kota Ning Ita mengatakan, melalui kegiatan lomba masak ikan yang melibatkan PKK, diharapkan para ibu-ibu dapat lebih mengkreasikan berbagai inovasi masakan ikan, agar dapat diterima oleh anak-anak sehingga tidak bosan saat mengonsumsi ikan.
“Melalui kegiatan ini, kesadaran akan pentingnya mengonsumsi ikan pada anak sangatlah penting. Terlebih, ketersediaan sumber pangan ikan lele selain mudah diperoleh, harganya juga terjangkau. Dengan berbagai kreasi olahan ikan, anak-anak akan lebih menyukainya. Sehingga kebutuhan protein pun terpenuhi,” jelasnya.
Program sosialisasi budaya makan ikan yang dikemas melalui lomba-lomba seperti ini, lanjut Wali Kota Ning Ita, sejalan dengan semangat dalam mewujudkan Kota Mojokerto zero stunting. Dimana Kota Mojokerto telah memperoleh penurunan angka balita stunting 3,12 persen pada tahun 2022, dengan indikator yang lebih real berdasarkan data dari E-PPGBM.
“Dimana indikator ini telah disesuaikan by name, by address menggunakan Antropometri Kit. Kami optimis Kota Mojokerto sebentar lagi akan capai zero stunting. Guna mendorong Indonesia menuju generasi emas tahun 2045,” harap wali kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini.
Terakhir, Wali Kota Ning Ita berharap berbagai upaya yang telah di lakukan oleh Pemerintah Kota Mojokerto dapat memberikan kontribusi bagi meningkatnya kualitas hidup warga di Bumi Majapahit, demi Kota Mojokerto Hebat, Kuat, Dan Melesat. (adv)