Ratusan pasangan suami istri yang telah lama menikah tapi belum memiliki keturunan berburu buah kurma di Masjid Al-Mubarok Kelurahan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Jawa Timur, Minggu (07/08/22).
Tak hanya dari Mojokerto, pasutri yang rela memgantre untuk mendapatkan kurma muda tersebut juga datang dari berbagai daerah lain, seperti KabupatenJombang, Gresik, Lamongan, Sidoarja serta Kota Surabaya.
Misalnya saja Dinda dan suaminya. Pasutri asal Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo ini datang sejak pukul 6.00 wib hanya untuk mendapatkan buah kurma yang tumbuh di halaman Masjid Al-Mubarok.
“Ya tadi belum ada orang yang datang, sekarang sudah ramai. Kuatir tidak kebagian kan katanya kurma muda yang dibagikan terbatas, jadi saya pagi-pagi sudah sampai disini,” kata Dinda.
Lebih lanjut Dinda mengatakan jika dirinya sudah menikah 3 tahun, namun belum juga memiliki anak. Ia meyakini dengan memakan kurma muda bersama suaminya bisa segera memiliki momongan.
Sementara itu, pengurus Masjid Al Mubarok Khoirul Anam mengatakan masing-masing pasutri mendapat 11 buah kurma muda dan diberikan gratis. Meski begitu pasutri yang ingin bersodaqoh atau bersedekah disediakan kotak amal.
“Jika nantinya uang terkumpul akan dipakai tambahan biaya pembangunan dan pemeliharaan masjid. Kita tidak pernah menarget sejumlah uang tertentu ke pasutri untuk mendapatkan kurma muda,” terang Anam.
Menurut Anam buah kurma yang dibagikan ke pasutri yang lama menikah tapi belum punya anak ini adalah jenis Azwa dengan tinggi pohon kurang lebih 15 meter dan usianya puluhan tahun.
Dalam setahun pohon kurma berbuah 3 kali sehingga 4 bulan sekali panen. Untuk perawatan pohon kurma tidak ada yang khusus agar berbuah banyak hanya disiram air secara rutin tiap hari.
“Selain menyuburkan kandungan sehingga cepat memiliki anak yang diidam-idamkan pasutri setelah sekian lama menikah, dengan makan kurma muda tersebut juga diyakini bisa menyembuhkan berbagai penyakit,” pungkas Anam.