Berhari.com – Dibangun Bupati Kromodjojo Adinegoro, Masjid Agung AL-Fattah menjadi tempat ibadah tertua di Mojokerto. Perpaduan gaya arsitektur Timur Tengah dan Majapahit, menambah kemegahan dari masjid yang mampu menampung 7000 jamaah.
Masjid Agung Al-Fattah yang dibangun pada masa kolonial Belanda tahun 1877 dan kini berusia 146 tahun. Beberapa kali, masjid yang berada di sebelah barat alon-alon Kelurahan Kauman, Kota Mojokerto tersebut mengalami beberapa kali pemugaran.
Meski direnovasi, akan tetapi Masjid Agung Al-Fattah masih menampakkan keasliannya. Empat pilar kayu jati yang merupakan penyanggah bangunan utama tetap dipertahankan dengan adanya ukiran-ukiran khas Majapahit.
Pagar yang mengelilingi bangunan masjid, didesain menyerupai batu andesit. Terdapat ragam hias ukiran dan stupa candi, yang menandaskan jika Masjid Agung Al-Fattah bercirikan Majapahit.
Masjid yang rampung direnovasi tahun 2020 lalu ini, memiliki dua menara kembar setinggi 100 meter yang dikelilingi tiga kubah. Sementara kaca jendela masjid penuh dengan ornamen khas Timur tengah.

Takmir Masjid Agung Al-Fattah, Muhammad Arifudin, mengatakan, bahwa masjid pertama kali dibangun oleh ulama-ulama yang merupakan santri para wali. Hal ini berdasarkan dari cerita yang berkembang di masyarakat Mojokerto.
“Ceritanya seperti itu. Akan tetapi yang tertulis atau yang meresmikan Masjid Agung Al-Fattah ini adalah Raden Kromodjojo Adinegoro tahun 1877 masehi, Bupati Mojokerto pertama,” terangnya.
Menurutnya, perpaduan gaya arsitektur Timur Tengah dan Majapahit menambah kemegahan Masjid Agung Al-Fattah. Suasana yang sejuk dan nyaman, menjadi daya tarik tersendiri bagi jamaah saat mengunjungi masjid .
“Tak hanya salat dan berzikir, banyak jamaah yang berkunjung untuk menunggu waktu berbuka puasa. Kalau kapasitas masjid ini, bisa menampung 6000-7000 jamaah,” ungkapnya.
Selama Bulan Ramadan, pengajian secara rutin digelar oleh jamaah saat menjelang magrib. Karena berusia ratusan tahun dan masih mempertahankan keasliannya, Majid Agung Al-Fattah ditetapkan sebagai situs cagar budaya.