Berhari.com – Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, mengajak para pelaku usaha untuk ikut bertanggung jawab menjaga kesehatan lingkungan sebagai bagian dari upaya menciptakan kota yang sehat dan berkelanjutan.
Imbauan ini disampaikan dalam forum Advokasi dan Koordinasi Penyelenggaraan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Tingkat 2 di Hall Ayola Sunrise Hotel, Selasa (03/06/2025).
Dalam sambutannya, Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita itu menegaskan pentingnya peran sektor usaha dalam menjaga kualitas lingkungan hidup. Terutama melalui kepatuhan terhadap uji laboratorium secara berkala.
“Kami harap para pelaku usaha sadar bahwa pemantauan kualitas lingkungan itu bukan sekadar kewajiban administratif, tapi bagian dari tanggung jawab bersama menjaga kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Ning Ita menyampaikan, bahwa Kota Mojokerto kini telah memiliki Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Tingkat 2 yang memiliki kapabilitas lebih luas. Tak hanya melayani uji laboratorium klinik, Labkesmas ini juga mampu melakukan pengujian kualitas lingkungan, seperti air dan udara.
Dengan status baru dan akreditasi nasional dari Kementerian Kesehatan, Komite Akreditasi Nasional (KAN), dan Kementerian Lingkungan Hidup, Labkesmas ini diharapkan menjadi alat kontrol kesehatan lingkungan yang dapat diandalkan.
Ia juga mengingatkan, jika hampir 60 persen wilayah Kota Mojokerto adalah kawasan permukiman. Dengan kepadatan tersebut, persoalan sanitasi, limbah, dan pengelolaan sampah menjadi tantangan nyata.
“Kalau persoalan lingkungan ini tidak ditangani serius, dampaknya akan langsung terasa ke masyarakat. Inilah pentingnya kolaborasi lintas sektor,” tegasnya.
Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk pelaku usaha, pengelola klinik, rumah sakit, hingga perwakilan perusahaan swasta. Pemkot Mojokerto berharap forum ini menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi dalam menciptakan ekosistem lingkungan hidup yang sehat dan berkelanju