Pemkab Sidoarjo Matangkan Masterplan Kota, Fokus Atasi Banjir Secara Terpadu

Bupati Subandi, saat mengikuti pemaparan masterplan penataan kota di Opsroom Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo.

Berhari.com – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo semakin serius menyiapkan arah penataan kota jangka panjang sebagai solusi komprehensif untuk mengatasi persoalan banjir. Penyusunan masterplan penataan kota kini menjadi pijakan utama agar penanganan banjir dapat dilakukan secara terukur, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Sidoarjo, Subandi, saat mengikuti pemaparan masterplan penataan kota di Opsroom Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo, Selasa (6/1).

Masterplan tersebut mengusung konsep besar “Menuju Sidoarjo yang SERASI”, singkatan dari Sentosa, Ekologis, Resilien, Aksesibel, Sinergis, dan ber-Identitas. Konsep ini dirancang sebagai panduan pembangunan daerah yang selaras dengan RTRW 2024–2044 dan RPJPD 2025–2045, terutama dalam pengendalian banjir dan penataan ruang.

Bupati Subandi menegaskan, posisi geografis Sidoarjo sebagai wilayah delta menjadikan daerah ini memiliki kerentanan tinggi terhadap banjir. Selain luapan sungai, ancaman banjir juga dipicu oleh pasang air laut atau rob.

“Sidoarjo punya banyak sungai afvoer dan letaknya paling timur. Jadi banjir tidak hanya dari hujan, tapi juga dari pengaruh air laut pasang,” ujarnya.

Ia mengakui, keterbatasan anggaran daerah menjadi tantangan tersendiri. Dengan alokasi dana penanganan banjir sekitar Rp5,8 miliar, Pemkab harus cermat menentukan prioritas.

“Masterplan ini menjadi alat diagnosis. Kita petakan dulu masalahnya secara detail, lalu tentukan penanganannya secara bertahap sesuai kemampuan anggaran setiap tahun,” jelas Subandi.

Sejumlah kawasan menjadi fokus perhatian, di antaranya wilayah langganan banjir seperti Tanggulangin, Candi, dan Waru. Selain itu, kawasan perkotaan juga masuk prioritas, terutama untuk normalisasi saluran air yang kini banyak terjepit bangunan liar.

Subandi menekankan, bahwa keberhasilan penataan kota tidak bisa dibebankan pada pemerintah semata. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terlibat aktif.

“Ini kerja bersama. Dengan grand design yang jelas, penanganannya bertahap dan terukur. Harapannya, masyarakat bisa merasakan perubahan nyata dari tahun ke tahun,” tegasnya.

Sebagai bagian dari strategi besar, Masterplan Penataan Kota Sidoarjo mencakup empat sektor utama, yakni sistem drainase dan pengendalian banjir, rehabilitasi infrastruktur jalan, perbaikan fasilitas pendidikan, serta revitalisasi ruang terbuka hijau (RTH).

Melalui integrasi lintas sektor tersebut, Pemkab Sidoarjo menargetkan pembangunan kota yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga seimbang dan ramah lingkungan.

Pilihan Editor
930 x 180 AD PLACEMENT