Presiden Jokowi mengungkapkan progres proyek kereta api cepat Jakarta Bandung (KCJB) secara keseluruhan, sudah mencapai 88,8 persen.
Hal itu disampaikan Jokowi, saat meninjau Proyek KCJB di Depo Tegalluar, Kabupaten Bandung, Kamis (13/10/22).
Diharapkan dengan adanya KCJB, menurut Jokowi, mobilitas orang dan barang bisa menjadi cepat dan meningkat. Begitu pula daya saing bisa menjadi kuat.
“Kemudian ada titik-titik pertumbuhan ekonomi baru. Di Jakarta ada, di Bandung ada. Kemudian di Kabupaten Bandung juga terjadi,” kata Jokowi dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden yang diunggah pada 13 Okotober 2022.
Lebih lanjut Presiden Jokowi menjelaskan, bahwa KCJB ini merupakan program kereta api cepat pertama di kawasan ASEAN. Dan diharapkan terjadi konektivitas antar negara ASEAN.
“Entah itu disambungkan dengan pelabuhan, entah disambungkan dengan airport, entah itu disambungkan dengan kereta cepat seperti ini. Ini sudah menjadi gagasan besar di ASEAN,” urainya.
Selain itu, Jokowi mengakui terdapat sejumlah kendala proyek KCJB. Diantaranya kendala saat membuat terowongan di panel 2 dan panel 11. Karena kondisi tanahnya yang sulit dikendalikan.
“Tetapi alhamdulillah sudah selesai. Pandemi tidak ada urusan dengan kereta cepat, tapi memperlambat iya,” ungkapnya.
Rencananya kereta api cepat Jakarta Bandung hasil kerjasama dengan Tiongkok ini, akan diluncurkan dan beroperasi pada bulan Juni tahun 2023 mendatang. (Sumber YouTube Sekretariat Presiden)