Puan Maharani: Sesalkan Tragedi Kanjuruhan, Keamanan Dan Keselamatan Suporter Dilindungi UU

Aparat keamanan tembakan gas air mata dalam tragedi Stadion Kanjuruhan Malang. Foto istimewa.

Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang yang menimbulkan banyak korban meninggal dunia dan luka, mendapat sorotan dari Ketua DPR RI Puan Maharani.

Menurutnya kerusuhan usai pertandingan sepakbola yang mempertemukan Arema FC dan Persebaya Surabaya tersebut, tak perlu terjadi. Belum lagi, kebanyakan dari korban tidak terlibat kerusuhan.

“Kami menyesalkan peristiwa yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang, sehingga menyebabkan banyak nyawa melayang dan warga terluka. Bahkan termasuk perempuan dan anak-anak,” Kata Puan dalam keterangan tertulisnya dikutip Selasa (11/10/22).

Keamanan dan keselematan, terang Puan, dilindungi oleh negara melalui Undang-Undang Nomer 11 Tahun 2022 Tentang Keolahragaan.

Sesusi pasal 54 UU Keolahragaan diatur adanya kewajiban bagi penyelenggara untuk memperhatikan hak penonton dalam setiap kejuaraan olahraga.

Untuk itu Ketua DPR RI berharap pemerintah menegakkan aturan tersebut, dengan segera menerbitkan peraturan turunan dari UU Keolahragaan.

“Salah satu hak penonton atau suporter yang wajib dipenuhi penyelenggara adalah menyangkut jaminan keselamatan dan keamanan,” ungkap Puan.

Selain keamanan dan keselamatan, yang menjadi hak dari penonton pertandingan olah raga yaitu memperoleh fasilitas sesuai dengan nilai tiket masuk.

Sementara berdasar pasal 55 UU keolahragaan, suporter berhak mendapat perlindungan hukum. Baik di dalam maupun di luar pertandingan olah raga.

Tak hanya itu, suporter juga berhak mendapatkan pembinaan dari organisasi atau badan hukum suporter olahraga yang menaunginya. Serta berkesempatan memiliki klub melalui kepemilikan saham.

“Dari insiden Kanjuruhan, semua pihak yang terkait harus mengevaluasi total sistem keamanan, prosedur, dan fasilitas baik untuk pemain maupun penonton,” tandasnya.

Hingga saat ini jumlah korban luka akibat tragedi Stadion Kanjuruhan Malang terkonfirmasi 714 dan korban meninggal dunia mencapai 131 orang.

Pilihan Editor
930 x 180 AD PLACEMENT