Ratusan Siswa SD Meriahkan Festival Lato-Lato di Kota Mojokerto

Ratusan siswa SD di Kota Mojokerto, ikuti festival permainan tradisional lato-lato yang digelar di Sunrice Mall, Jumat (13/01/23). Foto Okrik-berhari.com

Berhari.com – Ratusan siswa sekolah dasar (SD) mengikuti festival lato-lato yang digelar di Sunrice Mall, Jalan Benteng Pancasila, Kota Mojokerto, Jumat (13/01/23).

Kemeriahan festival permainan tradisional ini, sudah nampak terlihat sebelum perlombaan dimulai. karena memang sejak beberapa bulan terakhir, permainan lato-lato sangat digandrungi.

Dengan diantar guru dan orang tuanya, anak-anak ini memenuhi atrium pusat perbelanjaan. Para peserta begitu antusias, menguji ketangkasan tangannya saat memainkan lato-lato.

Membludaknya peserta, memaksa panitia membagi dalam beberapa sesi perlombaan. Setiap sesi, diikuti 40 hingga 50 peserta dengan waktu 10 menit.

Imam Fauzan (10), mengatakan, baru kali ini mengikuti lomba lato-lato. Meski terbiasa memainkannya, namun ia mengaku kesulitan ketika sudah memasuki perlombaan.

“Ya senang bisa ikut lomba. Tapi sulit saat mempertahankan performa, dengan waktu yang lama,” ujar siswa kelas 5 SD Al-Azhar ini.

Karena lamanya waktu yang dimainkan, banyak di antara peserta yang gugur di babak penyisihan. Belum lagi, panitia memberi tantangan peserta yang masih bertahan jelang waktu berakhir.

“Tantangannya tadi, kita diminta untuk jongkok sambil memainkan lato-lato. Ada yang mengangkat kaki secara bergantian dan memutar lato-lato di atas kepala,” terang Raka Alfarizki.

Sehingga siswa kelas 4 SDN Gedongan I, Kecamatan Magersari, Kota mojokerto ini tidak bisa melanjutkan ke babak berikutnya. “Tadi bersama 7 teman, tapi semuanya gagal,” katanya.

Raka mengaku, sudah empat bulan bermain lato-lato. Tak hanya di rumah, ia juga memainkannya di sekolah bersama teman-temannya saat jam istirahat.

Sementara itu panitia festival lato-lato, Arif Hikmawan, mengatakan,  lebih dari 600 peserta telah mendaftar untuk mengikuti lomba permainan tradisional tersebut.

“Ya, salah satu tujuannya untuk menghilangkan ketergantungan akan gadget. Selain itu juga, untuk menumbuhkan rasa kebersamaan sejak usia dini,” terangnya.

Menghindari kecurangan yang dilakukan peserta, sebelum dilombakan panitia membagi lato-lato ke peserta. Sehingga ukuran dan berat lato-lato yang dipakai sama.

“Panitia menyediakan piagam penghargaan bagi juara 1, 2 dan 3. Para pemenang lomba lato-lato juga diberikan uang pembinaan dengan total 2 juta rupiah,” tandasnya.

Pilihan Editor
930 x 180 AD PLACEMENT