Meriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-77 Republik Indonesia, ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Bidayatul Hidayah, Desa Mojogeneng, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Menggelar berbagai Perlombaan, Rabu (17/08/22) siang.
Seperti lomba panjat bambu. Uniknya para santri yang ikut lomba ini diwajibkan memakai sarung. Akibatnya banyak diantara santri yang jatuh sebelum mencapai puncak bambu setinggi 7 meter untuk mengambil hadiah berupa sepatu, sandal, peralatan mandi dan kaos.
Selain kondisi bambu yang licin usai disiram oli, peserta tak leluasa memanjat karena memakai sarung. Meski antusias dan semangat mengikuti lomba, namun sejumlah santri mengaku kesulitan saat memanjat bambu.
“Ya sulit naik sampai puncak karena pakai sarung, apalagi sebelum memanjat badan kita disiram pakai air. Tadi hampir saja bisa ambil hadiah, tapi jatuh lagi karena yang dibawah tidak kuat menahan beban,” kata Ahmad Iqbal salah satu santri peserta lomba.
Pengasuh Ponpes Bidayatul Hidayah Nurul Ubaidillah mengatakan lomba panjat bambu memakai sarung ini sengaja diadakan karena tingkat kesulitannya. Sehingga para santri bisa meneladani para pahlawan yang telah bersusah payah dan bertaruh nyawa saat merebut kemerdekaan.
“Ya untuk mengenang jasa para pahlawan pejuang kemerdekaan. Kenapa ko pakai sarung? Sarung kan identitas santri pondok, bahwasannya santri mengabdi kepada kiai sampai mati. Dan juga ada istilah nggandoli sarunge kiai (menahan sarungya kiai),” terang Ubaidillah.
Selain lomba panjat bambu memakai sarung, lomba yang tak kalah serunya juga digelar seperti tarik tambang sarung dan sepak bola sarung. Berbagai perlombaan untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan RI ini merupakan agenda tahunan Ponpes Bidayatul Hidayah.