Berhari.com – Berada di lereng Gunung Welirang, destinasi wisata alam ini menyuguhkan panorama indah. Derasnya aliran sungai dari tujuh sumber mata air mengalir jernih, membelah hutan pinus.
Sejak viral di media sosial, lokasi wisata di Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Mojokerto ini selalu ramai pengunjung. Tak hanya wisatawan lokal, pengunjung juga berasal dari luar daerah.
Di lokasi wisata yang dinamakan Kedung Klurak, pengunjung bisa mandi di sungai. Atau hanya sekedar duduk di atas batu-batu besar pinggir sungai, untuk menikmati sejuknya air.
“Air sungai mengalir cukup jernih, dingin rasanya. Ya ingin bersantai saja, menikmati pemandangan alam Hutan Pinus sambil duduk di pinggir sungai,” ujar Andik (27), pengunjung asal Surabaya.
Nuansa asri dan nyaman cukup terasa di Wisata Kedung Klurak. Spot-spot foto menarik dengan latar belakang panorama alam yang disajikan, begitu memanjakan mata pengunjung.

Tak hanya sungai yang jernih, di Kedung Klurak, pengunjung bisa camping di bawah Pohon Pinus. Udara pegunungan menambah sensasi liburan di alam terbuka.
“Datang ke sini bersama keluarga dan anak-anak. Memang sering sih, kalau camping di alam terbuka. Lokasinya bersih, cukup nyaman,” Ujar Yustiadi (40).
Menurutnya, sudah lima kali ia bersama keluarganya dari Sidoarjo berkunjung ke Kedung Klurak. Selain berlibur, dirinya sekaligus memberi pembelajaran dua anaknya dekat dengan alam.
Yustiadi ingin membentuk karakter dan kemandirian dua buah hatinya dari alam. “Kan kalau di alam bebas, mereka bisa belajar mandiri. Belajar masak sendiri dan bersahabat dengan alam,” ungkapnya.
Untuk bisa menikmati sensasi alam di Kedung Klurak, setiap pengunjung diwajibkan membayar 7 ribu rupiah. Sementara biaya parkir sepeda motor sebesar 5 ribu rupiah.
Bagi pengunjung yang ingin camping, dikenakan biaya sebesar 10 ribu rupiah. Selain disediakan tenda oleh pengelola wisata untuk disewa, pengunjung bisa membawa tenda sendiri dari rumah.