Bersejarah Bagi Presiden Pertama RI, SMPN 2 Kota Mojokerto Favorit Wali Murid Sekolahkan Anak

Wali murid mengantre saat menyerahkan dokumen di SMPN 2 Kota Mojokerto, Selasa (04/07/23). Foto Lif

Berhari.com – Memiliki nilai sejarah dengan bangunan gedung berarsitektur Eropa, SMP Negeri 2 Kota Mojokerto, menjadi favorit wali murid menyekolahkan anaknya.

Banyak wali murid mendaftarkan putra-putri mereka di SMP yang berada di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Purwotengah, Kota Mojokerto tersebut.

Sekolah yang dulunya bernama Europeesche Lagere School (ELS) pernah menjadi tempat mengenyam pendidikan dari Presiden Pertama RI, Soekarno, sewaktu kecil.

ELS merupakan sekolah dasar yang dikhususkan bagi anak-anak keturunan Eropa dan bangsawan pribumi dimasa Kolonial Belanda.   

Salah satu wali murid asal Kelurahan Wates, Wisye Ardianti Rosana, mengatakan, SMP Negeri 2 Kota Mojokerto adalah salah satu sekolah favorit.

Selain bersejarah, sekolah ini mempunyai sistem pendidikan yang berkualitas dibanding sekolah lain di Kota Mojokerto, sehingga banyak meraih prestasi.

“Saya kan alumni sini, jadi ingin anak saya mengemban ilmu dari sekolah saya. Guru-gurunya kompeten banget, pendidikan dan ekstra kurikulernya,” kata Selasa (04/07/23).

Tak hanya dorongan dari orang tua, siswa-siswi memilih sekolah dengan sebutan sekolah Bung Karno tersebut atas keinginan mereka sendiri.

“Ini tadi ambil seragam sekolah. Kemarin daftar melalui jalur prestasi, karena kalau pakai zonasi tidak bisa,” ujar Viona, siswi lulusan SDN Banjaragung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.

Baginya, bisa masuk ke SMP Negeri 2 Kota Mojokerto merupakan suatu kebanggaan. Karena sejarah dari sekolah tersebut, belum lagi bangunan gedung sekolah yang masih dipertahankan.

“Banyak juga teman-teman saya yang masuk disini. Kan bangunan gedung sekolah peninggalan Belanda, sehingga nilai sejarahnya ada. Setahu saya disini, pernah menjadi tempat sekolah Presiden Sukarno,” terangnya.

Sementara itu Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Kota Mojokerto, Mulib, mengakui Sukarno kecil pernah belajar di sekolah yang dipimpinnya saat ini.

“Alhamdulillah, masyarakat memberikan penilaian positif karena SMP 2 dikenal dengan sekolah Bung Karno. Sukarno kecil sekolah disini, disamping itu prestasi SMP 2 cukup banyak,” ungkapnya.

Meski banyak yang memburu untuk sekolah di SMP Negeri 2 Kota Mojokerto, namun kuota yang tersedia terbatas dengan adanya zonasi.

Pada PPDB tahun 2023, SMP Negeri 2 Kota Mojokerto menyediakan kuota sebanyak 256 siswa yang terdiri dari 8 rombongan belajar.  

Selain zonasi, menurut Mulib, pihaknya memberi kesempatan bagi siswa-siswi untuk masuk melalui jalur prestasi, perpindahan orang tua dan afirmasi.

“Kami mungkin tidak bisa memantau, karena ketika melebihi kuota langsung tergeser. Tapi yang pasti jalur non zonasi kemarin ada hampir 200 pendaftar, sementara kuota yang kami terima 101,” tandasnya.

Pilihan Editor
930 x 180 AD PLACEMENT