Bupati Mojokerto Perkuat Sinergi dengan BPJS Kesehatan, 1.068 Badan Usaha Aktif Dukung Program JKN

Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra bersama Kepala BPJS Kesehatan, Titus Sri Hardianto, saat memberi sertifikat kepada pelaku usaha.

Berhari.com – Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus memperkuat sinergi dengan BPJS Kesehatan dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa saat menghadiri Gathering Badan Usaha BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto di Hotel Sunrise, Selasa (7/7).

Dalam kesempatan itu, Bupati yang akrab disapa Gus Barra menyerahkan penghargaan secara simbolis kepada sejumlah badan usaha yang dinilai aktif mendukung Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kepatuhan badan usaha dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi para pekerjanya.

Gus Barra mengatakan, keberadaan BPJS Kesehatan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Kabupaten Mojokerto. Terlebih, status Universal Health Coverage (UHC) Prioritas yang telah diraih daerahnya semakin memudahkan masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan.

“Kami merasakan BPJS Kesehatan sangat membantu sektor kesehatan di Kabupaten Mojokerto. Banyak masyarakat yang menyampaikan terima kasih karena manfaat program ini benar-benar dirasakan, apalagi Kabupaten Mojokerto sudah masuk UHC Prioritas,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi BPJS Kesehatan dan seluruh badan usaha yang telah menjalankan kewajibannya dalam mendukung Program JKN. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, dan pelaku usaha menjadi kunci dalam mewujudkan perlindungan kesehatan bagi masyarakat dan tenaga kerja.

“Saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada BPJS Kesehatan dan seluruh badan usaha yang telah menjalankan kewajibannya dengan baik dalam menyelenggarakan Program JKN,” katanya.

Bupati Mojokerto mengungkapkan, hingga saat ini terdapat 1.068 badan usaha di Kabupaten Mojokerto yang telah terdaftar sebagai peserta JKN. Jumlah tersebut terdiri dari 139 badan usaha skala besar, 232 skala menengah, dan 697 skala mikro.

Menurutnya, tingginya partisipasi pelaku usaha menjadi bukti bahwa dunia usaha di Kabupaten Mojokerto memiliki kepedulian tinggi terhadap kesejahteraan tenaga kerja sekaligus mendukung pembangunan sektor kesehatan.

“Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa pelaku usaha di Kabupaten Mojokerto memiliki komitmen dalam mendukung peningkatan kesejahteraan pekerja melalui Program JKN,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto, Titus Sri Hardianto, menjelaskan bahwa kegiatan Gathering Badan Usaha digelar sebagai bentuk apresiasi kepada badan usaha peserta aktif JKN di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto yang meliputi Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Jombang, dan Kota Mojokerto. Sebanyak 300 perwakilan badan usaha hadir dalam kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi kepada badan usaha yang telah mendukung Program JKN. Karena keterbatasan tempat, kali ini kami mengundang sekitar 300 badan usaha,” jelas Titus.

Dalam kesempatan yang sama, Titus juga memaparkan capaian kepuasan peserta BPJS Kesehatan yang terus meningkat. Indeks kepuasan peserta naik dari 92,1 pada 2024 menjadi 92,9 pada 2025.

Ia juga menyampaikan tingkat keaktifan peserta JKN di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto. Kabupaten Mojokerto mencatat tingkat kepesertaan aktif sebesar 83,96 persen, lebih tinggi dibanding Kabupaten Jombang yang mencapai 70,52 persen. Sementara Kota Mojokerto mencatat angka tertinggi dengan 95,32 persen peserta aktif yang dapat langsung mengakses layanan kesehatan.

Pilihan Editor
930 x 180 AD PLACEMENT