Kampung KB di Kota Mojokerto ini Jadi Keluarga Berkualitas Ke-3 Nasional

Berharicom – Prestasi membanggakan diraih Kampung KB Kanjeng Djimat Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. Kelurahan dengan luas 1.518 Hektar tersebut dinobatkan sebagai kampung keluarga berkualitas nomor 3 nasional.

Pencapaian itu diraih dalam lomba Penguatan Kampung Keluarga Berkualitas Tingkat Nasional Tahun 2024 yang digelar oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Pj Wali Kota Mojokerto, Moh Ali Kuncoro menerima langsung penghargaan tersebut di Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (27/6/24).

Ali menjelaskan, prestasi yang diraih Kampung KB Kanjeng Djimat Surodinawan bukan tanpa alasan. Ia telah menyaksikan langsung bagaimana kampung KB Kanjeng Djimat menerapkan sejumlah pola prestisius hingga diganjar nilai yang bagus dari BKKBN.

“Dari berbagai proses dan tahapan penilaian yang kemarin telah dilewati, saya menyaksikan langsung. Sehingga keberhasilan Kampung KB Kanjeng Djimat kali ini nyata berkat sinergi dan kolaborasi masyarakat dan stakeholder terkait,” ungkap pria yang akrab dipanggil Mas PJ itu.

Salah satu kinerja positif yang menjadi indikator penilaian BKKBN adalah keberhasilan Kampung KB Kanjeng Djimat dalam upaya penurunan angka stunting. Tercatat, pada tahun 2021 terdapat sembilan anak di kelurahan Surodinawan yang menderita stunting, di tahun berikutnya angka itu turun menjadi tujuh anak, dan pada 2023 hanya tersisa empat anak stunting.

Dengan status sebagai salah satu pemenang ini, Kampung KB Kanjeng Djimat diharapkan bisa menjadi rujukan pembelajaran atau menjadi rekomendasi praktik baik (best practice) yang menginspirasi Kampung KB Lainnya, baik dalam kota Mojokerto maupun daerah lainnya.

“Tentu ini sekaligus menjadi motivasi bagi kami untuk menjadi lebih baik lagi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, serta kedepan terus meningkatkan prestasi yang telah dicapai,” paparnya.

Sebelum merangsek ke tingkat nasional, Kampung KB Kanjeng Djimat terlebih dulu menjadi juara 1 lomba serupa di tingkat Jawa Timur. Dengan demikian, Kota Mojokerto menjadi perwakilan Jawa Timur di tingkat nasional.

Pada masing-masing tingkatan, Kampung KB Kanjeng Djimat harus melalui beragam rangkaian tahapan penilaian. Mulai dari  administrasi dan verifikasi lapangan, serta seleksi website dan wawancara secara daring.

Sementara itu, Lurah Surodinawan Masyqirom Masychur Wahid membeberkan bahwa program Kampung KB mempunyai efek positif pada masyarakat, khususnya di sektor ekonomi. Itu terbukti dari jumlah penerima bantuan dsri tahun ke tahun semakin menurun.

“Keluarga miskin penerima bantuan juga mengalami penurunan dari 555 KPM pada 2022 turun menjadi 475 KPM pada 2023, angka itu turun berkat program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA),” Jelasnya.

Demi kesuksesan program tersebut, Kampung KB Kanjeng Djimat juga senantiasa terus berinovasi. Diantaranya dengan menghadirkan aplikasi Paksukro (Pemantauan Anak Stunting Kelurahan Surodinawan) yang telah terintegrasi dengan aplikasi Gayatri DinkesP2KB Kota Mojokerto.

Ada juga Suket Plano (Surat Keterangan Pelayanan Online), Tiger Banting Siburuk (Tim Gerak Cepat Berantas Stunting dan Gizi Buruk, Jumat Beranting (Jumat Berkah Untuk Anak Stunting) dan Kelir Cantik’s (Kelas Ibu Hamil, Remaja dan Calon Pengantin). (adv)

Pilihan Editor
930 x 180 AD PLACEMENT