Ning Ita Bangun Sinergi dengan Pengemudi Ojek Online untuk Pembangunan Kota Mojokerto di Era Digital

Wali Kota Ika Puspitasari usai memberikan pembinaan kepada pengemudi ojek online di kantor Kelurahan Jagalan, Selasa (13/6).

Berhari.com – Sebagai upaya mewujudkan Kota Mojokerto menjadi Kota Pariwisata, Wali Kota Ika Puspitasari menjalin sinergi dengan berbagai kalangan, tak terkecuali pengemudi ojek online (ojol). Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita tersebut mengajak puluhan pengemudi ojol untuk berkonstribusi membangun cita-cita bersama yang disematkannya.

Hal ini ia sampaikan dalam forum Pembinaan Pengemudi Angkutan Online se-Kota Mojokerto di Aula Kantor Kelurahan Jagalan, Selasa (13/6). Ning Ita berpesan, dalam pembangunan Kota Mojokerto di era digital ini peran pekerja berbasis aplikasi online sangat diandalkan.

“Keberadaan ojek online ini menjadi bagian kesatuan Kota Mojokerto untuk menjadi kota yang bertransformasi ke arah digital. Maka saya berharap Ojol bisa ikut terus berkontribusi, taati aturan lalu lintas, berikan layanan terbaik untuk pelanggan,” ujarnya.

Ning Ita menjelaskan kedepannya Kota Mojokerto akan menggelar even even besar untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Dari even besar tersebut diharapkan bisa menarik para wisatawan untuk singgah, sehingga akan berdampak pada kesejahteraan warga, baik itu dari segi kuliner, pedagang asongan, pengemudi ojol, hingga tukang parkir.

“Saya contohkan Gema Sholawat Bareng Habib Syech tadi malam (Senin), ratusan ribu orang datang ke Surodinawan. Berapa ratus, berapa ribu masyarakat yang mendapatkan manfaat positif dari acara tadi malam, ratusan pedagang mendapat keberkahannya apalagi tukang parkirnya” papar Ning Ita disambut tawa para pengemudi ojol.

Artinya, lanjut Ning Ita, even itu menjadi gambaran kegiatan bermanfaat yang luar biasa. Dari even even besar itu perputaran uang di Kota Mojokerto diprediksi akan sangat besar sehingga masyarakatlah yang akan merasakan dampak secara langsung manfaat positif dari setiap even.

“Tahun ini akan ada proyek strategis nasional berupa destinasi wisata di jembatan Rejoto. Kalau itu sudah selesai dibangun maka dampaknya akan sangat besar. Di sinilah peran bapak ibu pengemudi ojol harus ikut ambil bagian untuk bersinergi,” katanya.

Pemerintah Kota Mojokerto juga telah memberikan jaminan sosial bagi pengemudi Ojol di Kota Mojokerto, mengingat resiko kecelakaan lebih besar.

“Ini bagian dari perlindungan dari pemerintah yang diberikan kepada pengemudi angkutan online. Selain itu juga diberikan biaya pendidikan bagi dua orang anak yang ditinggalkan jika terjadi kecelakaan,” jelasnya. (adv)

Pilihan Editor
930 x 180 AD PLACEMENT