Berhari.com – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik, digelar Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Rabu (12/03). Murenbang kali ini mengangkat tema “Peningkatan Partisipasi Perempuan Perlindungan Anak dan Akses Penyandang Disabilitas Dalam Mendukung Pembangunan yang Inklusi”.
Musrenbang dibuka oleh Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, di Pendopo Graha Maja Tama. Dalam sambutanya, Bupati Al Barra, menyampaikan arah kebijakan pembangunan 5 tahun ke depan dalam upaya mendukung perlindungan perempuan dan anak, pemberdayaan disabilitas Kabupaten Mojokerto.
“Permasalahan terkait program pembangunan perempuan, anak dan penyandang disabilitas, disebabkan belum adanya pendekatan secara khusus. Kita menyadari selama ini, kurangnya mempertimbangkan manfaat secara detail terhadap mereka,” ungkapnya.
Untuk itu, menempatkannya sebagai salah satu program prioritas yang dapat mempercepat terciptanya perlindungan perempuan, anak dan penyandang disabilitas. Sehingga harus ada kepedulian yang konkrit dan lebih besar terhadap mereka.
Lebih lanjut Gus Barra, sapaan akrab Bupati Mojokerto, Musrenbang ini bagian dari tahapan penyusunan RKPD Kabupaten Mojokerto tahun 2026. Ia berharap masukan dan sumbangsih pemikiran, untuk perbaikan pembangunan yang mendukung perlindungan perempuan, anak dan penyandang disabilitas.
“Semoga dalam Musrenbang tematik kali ini banyak ide-ide segar yang disampaikan untuk mendukung pembangunan pada sektor perlindungan tiga kelompok tersebut. Karena memberikan perlindungan ini tidak hanya komitmen Indonesia tapi juga komitmen global,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Mojokerto, Bambang Eko Wahjudi, dalam laporannya mengatakan bahwa Musrenbang Tematik melibatkan berbagai pihak. Tak hanya perangkat daerah, melainkan juga forum anak, organisasi wanita, dan komunitas penyandang disabilitas.
Dengan dilibatkannya banyak pihak ini, menunjukkan komitmen Pemkab Mojokerto dalam menjaring aspirasi. Terutama memenuhi kebutuhan kelompok-kelompok yang kerap kali terpinggikan.
“Usulan yang dihasilkan dari Musrenbang Tematik ini akan diintegrasikan dengan program-program pembangunan lainnya dalam Musrenbang RKPD tingkat kabupaten,” terangnya.
Bambang menyebut, Musrenbang Tematik bukan hanya formalitas, tetapi menjadi wadah untuk melahirkan strategi dan kebijakan. Serta dapat melahirkan program konkret yang berpihak pada anak, perempuan, dan disabilitas.
“Pemahaman tentang hak-hak mereka menjadi kunci dalam merumuskan program dan kegiatan yang tepat sasaran,” jelasnya.
Selain seluruh kepala OPD dan camat, Musrenbang Tematik Kabupaten Mojokerto kali ini selain dihadiri Kepala Dinas P3AK Provinsi Jatim, Tri Wahyu Liswati, dan Bappeda Provinsi Jawa Timur, Muhammad Yasin.