Berhari.com – Ratusan warga terdampak banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Sadar mendapat bantuan beras dari Pemerintah Kabupaten Mojokerto. Tak hanya beras 10 kg, masing-masing keluarga terdampak banjir juga menerima bantuan paket sembako dari Pemprov Jatim.
Bantuan beras dan paket sembako tersebut disalurkan ke warga Desa Ngrame, Kecamatan Pungging dan warga Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari. Distribusi bantuan bencana banjir yang menerjang permukiman di dua desa itu diberikan langsung Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati.
Menurut Bupati Ikfina, bantuan beras 10 kg yang disalurkan merupakan bantuan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD). Bantuan ini bersumber dari anggaran Pemkab Mojokerto, khusus untuk peristiwa darurat.
“Beras yang disalurkan ke warga terdampak banjir di Desa Ngrame dan Jotangan, adalah bantuan beras CPPD. Sedangkan pekat sembako lainnya, berasal dari Pemprov Jatim,” ujar Ikfina, Rabu (13/03).
Distribusi bantuan beras CPPD dan paket sembako yang terdiri dari minyak goreng, mie instan, serta gula tersebut dipusatkan di Kantor Balai Desa Ngrame. Selain Bupati Ikfina, turut hadir dalam penyaluran bantuan Sekdakab Mojokerto, Teguh Gunarko, Kalaksa BPBD, Kadispari, Forkopimca.
Tak hanya menyalurkan bantuan ke warga terdampak banjir, Bupati Ikfina juga menyinggung upaya yang dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang. Pihaknya kini fokus dalam penanganan tanggul Sungai Sadar yang jebol sepanjang 25 meter.
Saat ini, kata orang nomor satu di lingkup Kabupaten Mojokerto tersebut, sejumlah alat erat telah diterjunkan untuk memperbaiki tanggul. Sehingga ke depannya, permukiman warga aman dari bencana banjir akibat tanggul jebol.
“Ini sudah berjalan proses pembangunan tanggul, supaya nanti kalau ada hujan lagi masyarakat tidak khawatir terjadi banjir,” tandasnya.