Berhari.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto terus menguatkan langkah dalam membangun pemerintahan yang bersih, berintegritas, dan transparan. Hal ini ditegaskan Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, saat membuka kegiatan Sosialisasi Anti Korupsi bersama jajaran legislatif dan eksekutif, Rabu (22/10) di Sabha Mandala Madya, Balai Kota Mojokerto.
Ning Ita menyampaikan, bahwa korupsi masih menjadi tantangan serius di Indonesia. Karena itu, diperlukan sinergi antara semua pihak, termasuk DPRD, dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang akuntabel.
“Korupsi adalah kejahatan yang merusak tatanan, menghambat pembangunan, dan merugikan rakyat. Di tengah tantangan itu, kami terus memperkuat sistem pemerintahan yang bersih dan melayani,” tegas Ning Ita.
Wali Kota juga membeberkan capaian positif Kota Mojokerto dalam reformasi birokrasi. Tahun 2024, Indeks Reformasi Birokrasi Kota Mojokerto mencatat angka 86,95 menjadi bukti konkret perbaikan sistem pelayanan publik yang adaptif dan berintegritas.
Tak hanya itu, skor Monitoring Center for Prevention (MCP) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga melambung hingga 98,41. Capaian tersebut menempatkan Kota Mojokerto sebagai peraih skor MCP tertinggi di Jawa Timur dan masuk tiga besar nasional.
“Ini hasil kerja keras bersama. Kita harus terus meningkatkan Sistem Pengendalian Intern (SPI) agar kinerja tetap terjaga,” imbuhnya.
Meski membanggakan, Ning Ita mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat lengah. Ia menegaskan pentingnya peran DPRD dalam memastikan penggunaan anggaran daerah dilakukan secara transparan dan tepat sasaran.
Ia juga menekankan agar penganggaran APBD, hibah, bansos, dan pokok-pokok pikiran dewan benar-benar disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat dan tidak disalahgunakan.
“Pemerintahan yang bersih lahir dari perencanaan dan penganggaran yang terbuka serta pengawasan yang kuat, baik oleh DPRD maupun APIP,” ujar Ning Ita.
Menutup sambutannya, Ning Ita mengajak seluruh jajaran eksekutif dan legislatif menjadikan kegiatan sosialisasi ini sebagai langkah awal memperkuat integritas bersama.
“Mari kita pertahankan prestasi MCP, tingkatkan nilai SPI, dan bersama-sama mewujudkan Kota Mojokerto yang maju, berdaya saing, sejahtera, dan bebas dari korupsi,” pungkasnya.