Wali Kota Mojokerto Ajak “Keroyok Program” Demi Mewujudkan Indonesia Emas 2045

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, saat membuka rembuk stunting di Ruang Pertemuan Sabha Mandala Madya.

Berhari.com – Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, membuka rembuk stunting tahun 2025, Rabu (12/02). Meski data prevalensi menunjukkan angka penurunan, namun rembuk ini sebagai salah satu upaya kolaborasi dan sinergi demi menciprakan zero stunting di Kota Mojokerto.

Turut hadir dalam rembug di Ruang Pertemuan Sabha Mandala Madya ini perwakilan Polres Mojokerto Kota, Kodim 0815 dan Kejari Kota Mojokerto. Gagasan-gagasan dan ide yang muncul akan ditampung, untuk selanjutnya dijalankan dalam upaya menurunkan stunting.

“Rembuk menjadi sebuah tugas yang sangat penting kita laksanakan bersama-sama. Saya menyebutnya “Program Keroyokan”, tentunya kita keroyok bareng-bareng, kita tuntaskan dan sukseskan bareng-bareng, sesuai tugas di mana kita berada dan pada unit mana kita ditugaskan,” ujar Wali Kota, Ika Pupitasari, dalam sambutannya.

Menurut Ning Ita, dalam 5 tahun terakrir angka stunting di Kota Mojokerto terus mengalami penurunan, dan saat ini mencapai 1,54 persen. Meski sangat kecil, namun upaya menurunkan stunting terus dilakukan untuk mewujudkan Kota Mojokerto sebagai kota “New Zero Stunting”.

“Jangan sampai ada lagi bayi-bayi yang dilahirkan di Kota Mojokerto mengalami stunting. Sudah menjadi tugas dan tangungjawab kita bersama, bagaimana membangun Indonesia dari kota kecil ini, dari Bumi Majapahit, dengan menyiapkan sumber daya manusia yang unggul,” jelasnya.

Tidak hanya program penurunan stunting, lanjut Ning Ita, berbagai program telah dijalankan dalam menyiapkan SDM untuk mewujudkan Indonesia Emas 20245, di Kota Mojokerto. Di Bidang Kesehatan misalnya, pemerintah benar-benar hadir untuk menjamin kesehatan masyarakat.

“Tidak dilihat dari status latar belakang, jenis pekerjaan dan kondisi ekonomi, semuanya sudah mendapatkan layanan kesehatan gratis. Jika belum mendapatkan fasilitas dari negara, maka Pemkot Mojokerto hadir memberikan jaminan, membayarkan premi yang belum dibayar negara, pemberi kerja,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menyampaikan program nasional yang menjadi tanggungjawab bersama, yakni Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tidak hanya mencegah stunting, pemerintah memberi makanan bergizi kepada anak-anak mulai TK hingga SMA.

Meksi mengakui belum sepenuhnya maksimal karena baru 3 ribuan anak yang menjadi sasaran, namun Pemkot Mojokerto dituntut mensukseskan Program MBG. Sehingga perlu adanya kolaborasi dan sinergi dari instansi lainnya, dalam mendukung program tersebut.

“Pemkot Mojokerto bareng-bareng dengan TNI/Polri dalam mensukseskan Program MBG. Jika semuanya terlibat keroyokan dan sukses dilaksanakan, maka dampak positifnya dapat mewujudkan Indonesia generasi emas,” tandasnya. (adv-kom)

Pilihan Editor
930 x 180 AD PLACEMENT