Berhari.com – Pelajar SMA Negeri 1 Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, menggelar Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Siswa Intrasekolah (OSIS), layaknya pesta demokrasi. Selain membentuk karakter siswa, berbagai tahapan pemilu yang diterapkan dalam kegiatan tersebut juga untuk meningkatkan partisipasi pemilih pemula.
Tahapan-tahapan pemilu dalam Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMA Negeri 1 Kutorejo ini diantaranya pendaftaran pasangan calon (paslon). Karena representasi dari pemilu, pengundian nomor urut, kampanye, penyampaian visi-misi, pemungutan dan penghitungan suara hingga sidang sengketa pemilu juga diterapkan.
Kepala SMA Negeri 1 Kutorejo, Ahmad Setyawan, mengatakan, implementasi tahapan-tahapan pemilu di kegiatan tersebut, untuk pembelajaran demokrasi ke siswa. Dimana mereka masih terkategori, sebagai pemilih pemula.
“SMA Negeri 1 Kutorejo merupakan salah satu sekolah yang melaksanakan kurikulum merdeka, untuk membentuk karakter dan pengenalan berbagai budaya. Dengan tema “Suara Demokrasi”, kami telah menetapkan dan mengimplementasikan dalam Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS,” ujarnya, Senin (12/08).
Lebih lanjut, Ahmad Setyawan menjelaskan, model pembelajaran seperti ini untuk menguatkan dan memperluas pengetahuan siswa terkait pelaksanaan pemilu. Terutama, dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto, tahun 2024.
“Sehingga anak-anak ini memiliki wawasan, bagaimana harus bersikap dalam menentukan pilihan dengan arif dan bijaksana. Hal ini perlu kita lakukan, karena siswa SMA baru pertama kali menyalurkan aspirasi mereka dalam pemilu, khususnya pemilihan kepala daerah,” terangnya.
Ia berharap, seluruh pelajar SMA Negeri 1 Kutorejo bisa memberi sumbangsih terhadap pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto. Karena hak suara yang diberikan, ikut menentukan arah Kabupaten Mojokerto untuk 5 tahun ke depan.
“Semua civitas memiliki tanggungjawab bersama mengembangkan potensi-potensi anak muda untuk aktif dalam pesta demokrasi, sehingga partisipasi pemilih pemula meningkat. Dan pelaksanaannya bisa kondusif, aman serta nyaman,” harapnya.
Sementara itu, siswa-siswi SMA Negeri 1 Kutorejo terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian tahapan pemilu yang diterapkan dalam Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS. Meski dikemas sebagai model pembelajaran, namun mereka tetap semangat demi menambah pengetahuannya akan pesta demokrasi.
“Sebenarnya ini Pemilihan Ketua OSIS dengan 3 paslon, jadi sekolah mengadakan kegiatan seperti pemilu. Ada KPU, Bawaslu dan juga TPS nya. Kami diberi pembelajaran supaya mengerti apa yang ada di pemilu, sehingga kami tergugah dan ingin menyukseskan Pilkada Kabupaten Mojokerto,” ungkapnya.
Koordinator percepatan implementasi kurikulum merdeka SMA Negeri 1 Kutorejo, Vivit Diah Retnowati, menyebut, kegiatan ini merupakan simulasi mini pemilu. Melalui Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS, Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) diterapkan sejak tanggal 5-20 Agustus 2024.
“Simulasi mini ini mengajarkan ke siswa, bagaimana proses Pilkada Kabupaten Mojokerto. Karena pelajar SMA adalah pemilih pemula, maka dengan adanya simulasi mini tersebut bisa menjadikan mereka pemilih yang benar-benar aktif, sesuai pribadi dan karakter Bangsa Indonesia,” tandasnya.