Berharicom – Menjelang tutup tahun 2024, Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto berhasil merampungkan proyek rehabilitasi sekolah SMP Negeri 1 Jatirejo. Proyek senilai Rp 700 juta ini menyasar tiga poin yang dinilai kondisinya memprihatinkan.
Tiga titik itu meliputi rehabilitasi sedang dan berat pada ruang kelas, perbaikan ruang tata usaha, serta sarana prasarana berupa mushollah sekolah. Proses rehabilitasi ketiga poin tersebut berhasil dirampungkan melalui dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mojokerto melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2024.
Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Mojokerto Ludfi Ariyono melalui Kepala Bidang Sarana Prasarana (Sarpras) Sekolah Indi Ilmiyah mengatakan, ketiga titik rehabilitasi pada SMPN 1 Jatirejo menelan anggaran total Rp 700.383.000. Pengalokasian tersebut sudah melalui survey untuk menentukan tingkat kerusakannya.
“Dari total biaya tersbebut, dibagi ke masing-masing gedung yang meliputi rehabilitasi sedang atau berat pada ruang kelas sebesar Rp 393 juta lebih, rehabilitasi ruang tata usaha Rp 269 juta lebih dan rehabilitasi mushollah sebesar Rp 37 juta lebih,” terangnya.
Tak lupa Indi juga mengucap syukur karena pengerjaan proyek berjalan lancar dan tepat waktu. Pihaknya berharap dengan tuntasnya rehabilitasi sarana dan prasarana sekolah yang dibiayai APBN melalui program DAK bidang pendidikan tahun 2024 bisa meningkatkan kegiatan belajar mengajar dan menumbuhkan rasa memiliki dan menjaga sarpras sekolah dengan baik.
“Semoga dengan sarana prasarana yang memadai ini kegiatan belajar berjalan lancar. Kedepannya, kami juga akan terus menyampaikan usulan pada kegiatan DAK dengan bekerjasama dengan pihak sekolah untuk selali up to date dapodik,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 1 Jatirejo Nashruddin Hilmi tak lupa mengucapkan rasa syukur dan terimakasih kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto. Pasalnya, kerusakan gedung yang selama ini menghantui proses belajar mengajar berhasil diatasi.
“Alhamdulillah, bantuan dari Dinas Pendidikan sangat bermanfaat bagi kami. Kedepannya kami akan merawatnya dengan baik. Dengan ini, siswa bisa tenang untuk belajar,” ucapnya.