Berharicom – Menjelang tutup tahun 2023, Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto berhasil merampungkang enam proyek di enam lembaga pendidikan. Masing-masing, tiga proyek di tingkat Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan tiga lainnya di tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Mojokerto Ludfi Ariyono melalui Kepala Bidang Sarana Prasarana (Sarpras) Sekolah Adi Mahendarto mengatakan, pelaksanaan proyek rehabilitasi dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2023 telah berjalan dengan baik. Pengerjaan yang dilakukan meliputi rehabilitasi sarana dan prasarana seperti perbaikan ruang kelas, atap, penambahan gedung kelas baru dan lain sebagainya.
“Alhamdulillah progresnya sudah 100 persen selesai, terlebih pengerjaannya juga tepat waktu,” kata Adi Mahendarto kepada wartawan, (28/12).
Adi membeberkan, lembaga pendidikan yang menerima bantuan rehab dari DAK tersebut adalah SDN Gading dengan bantuan sebesar Rp 1,1 miliar, SDN Pandankrajan sebesar Rp 2,1 miliar dan SDN Padangasri Rp 859 juta. Kemudian ada juga lembaga Taman Kanak-kanak (TK) Darul Ulum dengan nilai Rp 275 juta, TK Al-Mutazam dan TK Baitussalam masing-masing Rp 40 juta.
Penyaluran DAK tersebut, mengacu Peraturan Presiden (Perpres) nomor 15 tahun 2022 tentang juknis fisik tahun anggaran (TA) 2022, Permendikbudristek nomor 3 tahun 2022 tentang juknis DAK bidang pendidikan TA 2022, dan Peraturan LKPP nomor 3 tahun 2021 tentang pedoman swakelola serta Keputusan Deputi Bidang Pengembangan Strategis dan Kebijakan LKPP Nomor 2 Tahun 2022 tentang Model Dokumen Swakelola.
Adi berpesan, tuntasnya rehabilitasi sarpras sekolah di Kabupaten Mojokerto yang bersumber dari dana APBN ini agar dijaga dengan baik. Pihaknya mengaku selalu mengupayakan usulan pada kegiatan DAK, melalui kerjasama dengan pihak sekolah terkait pembaruan data.
“Harapan kami, semoga dengan bantuan ini kegiatan belajar mengajar barjalan dengan baik. Para siswa juga sudah tidak khawatir lagi dengan kondisi bangunan yang lapuk,” pungkas Adi.