Berhari.com – Pemerintah Kabupaten Mojokerto, melalui Dinas Pendidikan kembali memberikan bantuan dana alokasi khusus (DAK) tahun 2023 pada bidang pendidikan. Ada sembilan sekolah yang menerima dana tersebut, mulai dari jenjang taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP).
Adapun sembilan sekolah tersebut di antaranya, TK Darul Ulum (Rp 275 juta), TK Al-Mutazam (Rp 40 juta), TK Baitussalam (Rp 40 juta), SDN Gading (Rp 1,1 miliar), SDN Pandankrajan 2 (Rp 1,3 miliar), SDN Padangasri (Rp 859 juta), SMPN 2 Gondang (Rp 1,4 miliar), SMPN 1 Pungging (Rp 1,7 miliar) dan SMPN 2 Pungging (Rp 1,3 miliar). Dalam pencairan DAK dibagi dalam tiga tahap, pertama 25 persen, kedua 45 persen dan yang terakhir sesuai dengan sisa kontrak.
“Kegiatan DAK tahun ini, telah berjalan. Penerima DAK telah melakukan pencairan tahap pertama sebesar 25 persen. Dalam penyaluran DAK fisik bidang pendidikan, harus sesuai dengan prosedur dan persyaratan yang berlaku. Supaya jelas sekolah mana dapat alokasi dari mana, agar tidak tumpang tindih,” kata Kadindik Lutfi Ariyono AP, S.Sos, melalui Kabid Sarpras Sekolah Adi Mahendarto.
Lebih lanjut, dalam kegiatan DAK 2023 ini dilaksanakan dengan metode swakelola yang dilakukan oleh Pokmas. Hal tersebut perpedoman pada Perpres No.15 tahun 2022 tentang Juknis Fisik T.A 2022, Permendikbudristek No.3 tahun 2022 tentang Juknis DAK Bid.Pendidikan T.A 2022, PER LKPP No.3 tahun 2021 tentang pedoman Swakelola serta Keputusan Deputi Bid.Pengembangan Strategis dan Kebijakan LKPP No.2 tahun 2022 tentang model dokumen Swakelola.
“Berlandaskan hal tersebut, sembilan sekolah yang menerima bantuan DAK 2023 dikerjakan secara swakelola. Dimana, dana tersebut digunakan untuk pembangunan ruangan guru, kelas, perpustakaan, toilet dan lain sebagainya. Seperti di SBP Padankrajan digunakan untuk pembangunan toilet dan ruangan kepala sekolah,” pungkasnya.